- Pembuatan Lubang Tanam
- Lubang tanam harus dipersiapkan sebelum tanam untuk mengurangi keasaman tanah
- Ukuran lubang tanam adalah 60 x 60 x 50 cm
- Tanah hasil galian dipisahkan antara top-soil dan sub-soil
- Pada saat penanaman, tanah yang terlebih dahulu ditimbunkan adalah top-soil dengan kedalaman ± 20 cm dari dasar lubang , kemudian sub-soil pada kedalaman sisanya.
2. Persiapan di pembibitan
- Dua minggu sebelum diangkut ke lapangan, bibit diputar supaya akar yang masuk ke dalam tanah terpotong.
- Bibit siap tanam umur 12 – 14 bulan tidak boleh dipangkas, cukup diikat untuk memudahkan pengangkutan ke lapangan.
- Bibit yang sudah over size (>14 bulan) bisa dipangkas minimal 1,5 m dengan diamond system dan tidak boleh merusak mahkota bibit.
3. Pengangkutan bibit
- Bibit sawit disusun rapi dalam satu baris dalam truk dan tidak boleh ditumpuk.
- Selama pengangkutan, bibit tidak boleh dipegang bagian leher bibit, tetapi harus diangkat polybagnya, dan pada saat menurunkan bibit tidak boleh dilempar atau dibanting.
- Sebelum bibit diangkat ke lapangan, bibit harus disiram terlebih dahulu.
4. Langsir Bibit
- Pengangkutan bibit harus dilakukan dengan cara memikul polybag (bola tanah).
- Bibit harus dengan jumlah yang cukup diturunkan pada setiap baris tanaman sehingga cukup untuk ditanam hingga ketengah baris tanaman.
5. Penanaman Bibit
- Polybag dilepas dari bola tanah dengan cara memotong keliling dasar dan sisi tegak dari polybag memakai pisau kecil
- Bibit dimasukkan dengan hati-hati kedalam lubang tepat dibagian tengah dan berdiri tegak. Tidak terlalu dalam atau terlalu dangkal. Posisikan bibit tetap lurus dalam barisan tanaman (sistem mata lima).
- Lakukan pengecekan rutin terhadap tegakan tanaman, untuk tanaman miring dapat dilakukan kegiatan konsolidasi bibit.





