Pembibitan merupakan tahap awal yang sangat penting dalam siklus produksi kelapa sawit. Keberhasilan fase ini sangat menentukan kualitas dan produktivitas tanaman. Salah satu tantangan utama dalam pembibitan kelapa sawit adalah serangan hama yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit, bahkan menyebabkan kematian tanaman muda. Oleh karena itu, pengenalan terhadap jenis-jenis hama serta cara pengendaliannya sangat penting bagi keberlangsungan usaha perkebunan kelapa sawit.
Jenis-Jenis Hama di Pembibitan Kelapa Sawit
Berikut ini adalah beberapa jenis hama utama yang sering ditemukan di tahap pembibitan:
Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Gejala serangan:
Merusak daun muda dengan cara menggerek atau menggerogoti jaringan daun.
Dampak:
Pertumbuhan bibit menjadi lambat, fotosintesis terganggu, dan dalam kasus parah bisa menyebabkan kematian bibit.
Cara pengendalian:
Lakukan penyemprotan insektisida Cypermethrin, Deltamethrin, Lambda sihalotrin, Betasiflutrin menggunakan knapsack sprayer ke daun bibitan, dengan konsentrasi 3 cc per liter air
Kumbang pemakan daun (Apogonia sp, Adoretus sp)
Gejala serangan:
Membuat lubang-lubang kecil pada daun bibit.
Dampak:
Penurunan kualitas bibit dan perlambatan pertumbuhan
Cara pengendalian:
Lakukan penyemprotan insektisida Cypermethrin, Deltamethrin, Lambda sihalotrin, Betasiflutrin menggunakan knapsack sprayer ke daun bibitan, dengan konsentrasi 3 cc per liter air dan volume semprot sekitar 25 sampai 100 cc larutan per bibit pohon bergantung umurnya. Karena kumbang pemakan daun aktif di malam hari, Penyemprotan dilakukan mulai jam 18.00 – 20.00 wib.
Belalang (Acrididae)
Gejala serangan:
Memakan bagian pinggir atau seluruh bagian daun muda.
Dampak:
Daun rusak parah, menghambat pertumbuhan tanaman.
Cara pengendalian:
Pada kondisi serangan ringan sampai sedang, maka pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Cypermethrin, Deltamethrin, Lambda sihalotrin, Betasiflutrin secara merata di seluruh tanaman, dengan konsentrasi 3 cc insektisida per liter air.
Tungau Merah (Oligonychus)
Gejala serangan:
Tungau mengisap cairan pada bagian bawah daun yang masih muda. Apabila terjadi serangan berat, warna daun akan terlihat seperti defisiensi Mg (kuning – orange) dan daun melengkung ke bawah,
Dampak:
pertumbuhan bibit menjadi lemah dan kerdil sehingga sangat peka terhadap infeksi berbagai jenis penyakit. Pada tahap yang lanjut bibit akan mati.
Cara pengendalian:
Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan Dimethoate 40 % konsentrasi 1 cc per liter air yang dicampur dengan surfactant. Penyemprotan terutama di bagian bawah daun. Rotasi 2 minggu sekali.
Mealybugs (Kutu Putih)
Gejala serangan:
Timbulnya jamur embun jelaga (sooty mold) membentuk lapisan yang menutupi permukaan daun. Jika Kutu ini mengganggu perakaran bibitan dapat menyebabkan bibit terlihat pucat seperti defisiensi nitrogen.
Dampak:
Proses fotosintesis tanaman sawit menjadi terhambat.
Cara pengendalian:
Taburkan Carbofuran 3 % sebanyak 10 gram per bibit di permukaan tanah bibitan.
Siput atau Keong (Snails)
Gejala serangan:
Hama ini merusak jaringan lunak dari daun sehingga tinggal serat.
Dampak:
Daun rusak parah, menghambat pertumbuhan tanaman dan dalam kasus parah bisa menyebabkan kematian bibit.
Cara pengendalian:
Pengendalian dengan menggunakan moluskisida bahan aktif Metaldehyde 6 %.
Tikus
Gejala serangan:
Tikus mengerat pangkal batang bibit yang masih muda.
Dampak:
Bibit rusak parah, dan bisa menyebabkan kematian bibit.
Cara pengendalian:
Memberikan umpan racun tikus pada daerah yang diserang dan diletakkan pada jalur masuk tikus ke bibitan.
Pengendalian hama di fase pembibitan kelapa sawit memerlukan perhatian khusus karena kerusakan yang terjadi di tahap ini akan berdampak jangka panjang terhadap produktivitas tanaman. Pendekatan terpadu dengan menggabungkan metode kultur teknis, biologis, mekanis, dan kimia yang ramah lingkungan sangat disarankan untuk menjaga keberlangsungan usaha perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan.




