Ganoderma pada Tanaman Kelapa Sawit: Ancaman Serius bagi Produktivitas Perkebunan

Ganoderma adalah genus jamur patogen tanah yang menyerang jaringan batang dan akar tanaman. Jenis yang paling umum menyerang kelapa sawit adalah Ganoderma boninense. Jamur ini menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai Basal Stem Rot (BSR) atau busuk pangkal batang, yang berujung pada kematian tanaman.

Gejala Serangan Ganoderma

Tanaman kelapa sawit yang terserang Ganoderma menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Daun menguning dan nekrosis dari bagian bawah ke atas
  • Penurunan jumlah dan ukuran daun baru
  • Batang menjadi lunak dan busuk di bagian pangkal
  • Adanya tubuh buah jamur (fruiting body) berwarna cokelat kemerahan pada pangkal batang
  • Kematian tanaman secara perlahan

Gejala awal seringkali sulit terdeteksi secara visual, sehingga penyakit ini kerap ditemukan dalam kondisi lanjut.

Mekanisme Penyebaran

Ganoderma menyebar melalui:

  • Spora udara yang jatuh ke tanah atau tanaman
  • Kontak akar sehat dengan akar tanaman sakit
  • Alat pertanian yang terkontaminasi
  • Bahan tanam yang terinfeksi

Jamur ini dapat bertahan lama di dalam tanah dan menyerang tanaman baru jika tidak ada tindakan pencegahan.

Dampak Ekonomi

Kerugian akibat serangan Ganoderma sangat besar. Di beberapa perkebunan, tingkat serangan bisa mencapai 40% dari total populasi tanaman. Penurunan produksi tandan buah segar (TBS) dan biaya replanting yang tinggi menyebabkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi petani maupun perusahaan perkebunan.

Upaya Pengendalian

Pengendalian Ganoderma memerlukan pendekatan terpadu, antara lain:

  1. Sanitasi Lahan
    • Pembersihan sisa-sisa batang dan akar tanaman yang terinfeksi
    • Penggunaan alat pertanian yang steril
  2. Pemanfaatan Agen Hayati
    • Aplikasi Trichoderma spp. untuk menekan pertumbuhan Ganoderma
    • Penggunaan mikroba antagonis lainnya seperti Pseudomonas fluorescens
  3. Pemilihan Bibit Toleran
    • Pengembangan dan penggunaan varietas kelapa sawit yang lebih tahan terhadap Ganoderma
  4. Replanting dengan Sistem Pengendalian
    • Menanam cover crop seperti Cassia cobanensis atau Mucuna bracteata yang dapat memperbaiki struktur tanah
    • Aplikasi bahan organik dan pengomposan untuk meningkatkan mikrobiota tanah
  5. Monitoring dan Deteksi Dini
    • Penerapan teknologi seperti pencitraan drone dan deteksi molekuler (PCR) untuk mengidentifikasi infeksi sejak dini

Penyakit busuk pangkal batang akibat Ganoderma boninense merupakan ancaman utama dalam budidaya kelapa sawit. Pendekatan pengendalian yang tepat, berkelanjutan, dan berbasis ilmiah sangat dibutuhkan untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan industri sawit di Indonesia. Investasi dalam riset, teknologi, dan edukasi petani menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini.

share it
WhatsApp
Facebook
LinkedIn
Telegram

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Article